
INI warning yang kesekian kalinya bagi pengguna ponsel. Memang, studi tentang bahaya ponsel sepertinya tidak ada habis-habisnya, walau masih banyak menimbulkan kontroversi.
Tapi, sepertinya ini peringatan yang serius. Karena badan kesehatan dunia (WHO) kini turun tangan dan mengeluarkan pernyataan yang sangat mengejutkan: ponsel memang memicu kanker.
Kesimpulan tersebut mematahkan beberapa studi sebelumnya yang tidak setuju dengan pernyataan 'ponsel memicu kanker' dan juga perusahaan ponsel yang memberi jaminan pada konsumennya.
Dalam sebuah studi di Amerika yang didanai Telecom, para peneliti mengklaim bahwa ponsel tidak hanya menyebabkan tumor otak, tapi juga kanker mata, kelenjar ludah, kanker testis dan leukimia.
Namun peneliti dari Tel Aviv University justru mengatakan tudingan ponsel pemicu kanker atau tumor tidaklah tepat. Dosis radiasi yang dipancarkan oleh ponsel termasuk kecil, namun pihaknya menantang adanya studi lain yang benar-benar bisa membuktikan pada dosis radiasi berapa ponsel menyebabkan kanker atau tumor.
Setelah banyak terjadi perdebatan tentang bahaya tersebut, kini World Health Organization (WHO) merasa harus meluruskan persepsi masyarakat dan memberi tahu yang sebenar-benarnya.
"Melaui sebuah investigasi khusus, kami memang menemukan peningkatan tumor otak yang signifikan selama 10 tahun atau lebih pada mereka yang menggunakan ponsel," ujar seorang perwakilan WHO, seperti dilansir dari New York Post, Senin (26/10).
Ketua studi Dr. Elisabeth Cardis mengatakan bahwa terbatasnya studi yang dilakukan untuk topik ini membuatnya merasa perlu melakukan studi lagi.
"Kita akan fokus pada efek radiasi frekuensi yang disebut-sebut menjadi penyebab tumor," ujar Cardis.
Studi dilakukan di 13 negara dengan melibatkan partisipan sebanyak 12.800 orang. Hasil studi ini akan dipublikasikan secara resmi pada akhir tahun ini.(nda)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar